Film porno atau yang sering juga disebut sebagai film blue lahir ketika kamera film ditemukan. Namun dulu, biasanya film porno disebarluaskan secara diam-diam, untuk dinikmati di rumah, perkumpulan tertutup, atau bioskop malam. Baru kemudian pada tahun 1970-an film porno mulai sedikit dilegalkan. Domino99

Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam beberapa tahun berikutnya. Tetapi karena sifat pembuatan dan distribusi biasanya sembunyi-sembunyi, keterangan dari film-film seperti itu seringkali juga sulit diperoleh.

Pada era 1980-an, pornografi dalam bentuk video rumahan mencapai penyebaran luas sejak beberapa dekade sebelumnya. Berkembangnya internet pada akhir 1990-an dan awal 2000-an turut mendongkrak penyebaran film porno, dan menambah rumit penuntutan kecabulan legal.

Di beberapa negara film porno memang diperbolehkan, mulai pembuatan hingga menyebar luaskan. Misalnya di Amerika Serikat. Namun film porno dilarang di beberapa negara lain, misalnya Indonesia dan China. Tapi celakanya film porno tetap dapat diakses melalui internet di negara-negara tersebut

domino99

Di Indonesia misalnya, pemerintah berdarah-darah mencoba menghadang perkembangan film biru ini. Dulu polisi getol merazia lapak penjual DVD film biru, tetapi ketika film porno dalam format DVD tidak laku, sekarang film porno masuk lewat media berbeda, internet.

Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa pornografi atau film biru ?digunakan untuk kiasan yang lebih sopan ketimbang film porno. Berikut ulasannya!

1. Warna Pada Cetak Film
Jauh sebelum industri film porno bermunculan dan menjamur di seluruh dunia, film harus diproduksi dengan anggaran yang rendah. Untuk itu, sutradara terpaksa menggunakan cara murah, yakni dengan mengonvensi gulungan hitam dan putih menjadi salah satu warna biru.

2. Latar Belakang Film
Ketika film porno atau film bergenre XXX sedang di putar di bioskop, poster mereka akan diluncurkan dengan latar belakang biru. Hal ini pada dasarkan dilakukan untuk menarik perhatian pemirsa secara halus.

3. Kantong Kertas VCD/Kaset Film
Pada zaman dulu, toko video atau toko VCD dikemas dalam kaset VSR yang didasarkan pada jenis film. Untuk kategori porno atau film dewasa, mereka menggunakan kantong kertas biru. Sementara tas plastik putih digunakan untuk mereka yang menyewa atau membeli film-film bergenre normal.

Baca Juga : Ini dia 16 ciri-ciri wanita penuh dengan nafsu seks tinggi

domino99

Advertisements